Kumpulan Makalah

Blog ini berisi kumpulan makalah

Makalah Strategi Belajar Mengajar (Metode Pembelajaran Konvensional)

Bagi anda yang ingin mempunyai filenya, silahkan download!.


Baca Makalah Lain:




Makalah Strategi Belajar Mengajar (Metode Pembelajaran Konvensional)

Makalah Strategi Belajar Mengajar (Metode Pembelajaran Konvensional)

BAB I
PENDAHULUAN

Metode mengajar adalah suatu pengetahuan tentang cara-cara mengajar yang dipergunakan oleh seorang guru atau dosen. Pengertian lain adalah teknik penyajian yang dikuasai guru untuk mengajar atau menyajikan bahan pelajaran pada siswa di dalam kelas, baik secara individual maupun secara kelompok. Agar pelajaran itu dapat diserap, dipahami dan dimanfaatkan oleh siswa dengan baik.

Belajar mengajar sebagai suatu kegiatan, seiring dengan adanya makhluk manusia di muka bumi ini, sejak semula kegiatan belajar mengajar ini telah dilakukan oleh manusia bahkan dalam batas-batas tertentu juga hewan, dalam upaya membimbing anak keturunannya agar berhasil dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya.

Metode konvensional merupakan metode yang sering digunakan hampir dalam tiap kali pengajaran terutama pada pendidikan tingkat bawah. Karena metode ini sederhana dan mudah digunakan. Berikut ini pemakalah akan memaparkan segala sesuatu yang berkaitan dengan metode konvensional.



BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Metode Pembelajaran Konvensional
     
Metode berasal dari bahasa Yunani, yaitu metha yang berarti melalui atau melewati dan hodos yang berarti jalan atau cara. Metode adalah jalan atau cara yang ditempuh seorang guru dalam menyampaikan ilmu pengetahuan pada anak didiknya sehingga dapat mencapai tujuan tertentu.  

Salah satu model pembelajaran yang masih berlaku dan sangat banyak digunakan oleh guru adalah model pembelajaran konvensional. Pembelajaran konvensional mempunyai beberapa pengertian menurut para ahli, diantaranya:

1.      Djamarah (1996), metode pembelajaran konvensional adalah metode pembelajaran tradisional atau disebut juga dengan metode ceramah, karena sejak dulu metode ini telah dipergunakan sebagai alat komunikasi lisan antara guru dengan anak didik dalam proses belajar dan pembelajaran. Dalam pembelajaran sejarah metode konvensional ditandai dengan ceramah yang diiringi dengan penjelasan, serta pembagian tugas dan latihan.

2.      Ujang Sukandi (2003), mendefenisikan bahwa pendekatan konvensional ditandai dengan guru mengajar lebih banyak mengajarkan tentang konsep - konsep bukan kompetensi, tujuannya adalah siswa mengetahui sesuatu bukan mampu untuk melakukan sesuatu, dan pada saat proses pembelajaran siswa lebih banyak mendengarkan. Disini terlihat bahwa pendekatan konvensional yang dimaksud adalah proses pembelajaran yang lebih banyak didominasi gurunya sebagai “pentransfer ilmu, sementara siswa lebih pasif sebagai “penerima” ilmu.

      Berdasarkan penjelasan diatas, maka pendekatan konvensional dapat diartikan sebagai pendekatan pembelajaran yang lebih banyak berpusat pada guru, komunikasi lebih banyak satu arah dari guru ke siswa, metode pembelajaran lebih pada penguasaan konsep-konsep bukan kompetensi.

B. Ciri- ciri Metode Pembelajaran Konvensional

      Secara umum, ciri-ciri pembelajaran konvensional adalah:

1. Siswa adalah penerima informasi secara pasif, dimana siswa menerima pengetahuan dariguru dan pengetahuan diasumsinya sebagai badan dari informasi dan keterampilan yang dimiliki sesuai dengan standar.
2. Belajar secara individual
3. Pembelajaran sangat abstrak dan teoritis
4. Perilaku dibangun atas kebiasaan
5. Kebenaran bersifat absolut dan pengetahuan bersifat final
6. Guru adalah penentu jalannya proses pembelajaran
7. Perilaku baik berdasarkan motivasi ekstrinsik
8. Interaksi di antara siswa kurang
9. Guru sering bertindak memperhatikan proses kelompok yang terjadi dalam kelompok-kelompok belajar.

C. Macam-macam Pembelajaran Konvensional

Beberapa macam metode yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran diantaranya:
1. Metode Ceramah
Metode ceramah adalah metode penyajian pelajaran dengan penjelasan lisan secara langsung terhadap peserta didik. Dalam metode ini yang mempunyai peran utama adalah guru. Seorang guru dapat menggunakan metode ini apabila:
a)      Bahan pelajaran yang akan disampaikan terlalu banyak.
b)      Ingin  mengajarkan topik baru.
c)      Tidak ada metode lain yang akan dipergunakan.
d)     Menghadapi jumlah siswa yang banyak.  

Kelebihan metode ini:

 a.   Guru mudah menguasai kelas
 b.   Mudah mengorganisasikan tempat duduk/kelas
 c.   Dapat diikuti oleh jumlah siswa yang besar
 d.   Mudah mempersiapkan dan melaksanakannya
 e.   Guru mudah menerangkan pelajaran dengan baik

Kelemahan metode ini:

a.   Mudah menjadi verbalisme
b.   Yang visual menjadi rugi, yang auditif yang besar menerimanya
c.   Bila selalu digunakan dan terlalu lama, membosankan
d.   Guru menyimpulkan bahwa siswa mengerti dan tertarik pada ceramahnya ini sukar sekali
e.   Menyebabkan siswa menjadi pasif.  

2. Metode Tanya Jawab
Metode Tanya jawab adalah metode penyajian pelajaran melalui bentuk pertanyaan yang perlu dijawab oleh peserta didik. Dalam hal ini terjadi adanya hubungan timbal balik secara langsung antara guru dan siswa. Metode ini biasanya dipergunakan apabila:

a)      Bermaksud mengulang bahan pelajaran.
b)      Ingin membangkitkan perhatian siswa untuk belajar.
c)      Siswa tidak terlalu banyak.
d)     Sebagai selingan metode ceramah.
e)      Untuk mengarahkan proses berpikir.

Kelebihan:

a.  Dapat menarik dan memusatkan perhatian siswa
b.  Merangsang siswa untuk melatih dan mengembangkan daya piker dan daya ingat
c. Mengembangkan keberanian dan keterampilan siswa dalam menjawab dan mengemukakan pendapat.

Kekurangan:

a.  Siswa merasa takut
b. Tidak mudah membuat pertanyaan yang sesui dengan tingkat berpikir dan mmudah dipahami siswa
c. Waktu sering banyak terbuang
d. Dalam jumlah siswa yang banyak, tidak mungkin cukup waktu untuk memberikan pertanyaan kepada setiap siswa.

3. Metode Diskusi

Metode diskusi adalah suatu kegiatan kelompok dalam memecahkan masalah untuk mengambil kesimpulan.  Metode ini dapat dipergunakan apabila:

a)      Soal-soal yang pemecahannya sebaiknya diserahkan kepada siswa.
b)      Untuk mencari keputusan suatu masalah.
c)      Membiasakan siswa untuk menghargai pendapat orang lain.  

Kebaikan:

a.      Merangsang kreativitas anak
b.      Mengembangkan sikap menghargai pendapat orang lain
c.      Memperluas wawasan
d.      Membina musyawarah untuk mufakat

Kekurangan:

a.      Pembicaraan kadang menyimpang
b.      Tidak dapat dipakai pada kelompok yang besar
c.      Peserta mendapat informasi yang terbatas
d.      Mungkin dikuasai oleh orang-orang yang suka berbicara atau ingin menonjolkan diri.  

4. Metode Tugas Belajar dan Resitasi

Metode resitasi adalah metode penyajian bahan dimana pendidik memberikan tugas tertentu agar peserta didik melakukan kegiatan belajar. Metode ini dapat dipergunakan apabila:
a)      Guru mengharapkan agar semua pengetahuan yang telah diterima siswa dengan baik.
b)      Untuk mengaktifkan siswa mempelajari sendiri suatu masalah dengan membaca dan mengerjakan soal-soal sendiri serta mencobanya sendiri.
c)      Agar siswa lebih rajin dan dapat mengukur kegiatan baik di rumah maupun di sekolah.

Kelebihan:

a.      Lebih merangsang siswa dalam melakukan aktivitas belajar individual ataupun kelompok
b.      Dapat mengembangkan kemandirian siswa diluar pengawasan guru
c.      Dapat membina tanggung jawab dan disiplin siswa
d.      Dapat mengembangkan kreativitas siswa.

Kekurangan:

a.      Siswa sulit dikontrol
b.      Khusus untuk tugas kelompok, tidak jarang yang aktif mengerjakan adalah anggota tertentu
c.      Tidak mudah memberikan tugas yang sesuai dengan perbedaan individual siswa
d.      Memberikan tugas yang monoton dapat menimbulkan kebosanan.

5. Metode Demonstrasi

Metode demonstrasi adalah metode penyajian pelajaran dengan meragakan atau mempertunjukkan kepada peserta didik suatu proses, situasi, atau benda tertentu yang sedang dipelajari, baik sebenarnya maupun tiruannya.  Metode ini dapat dipergunakan apabila:

a)      Anak mempunyai keterampilan tertentu.
b)      Memudahkan berbagai penjelasan.
c)      Membantu anak memahami dengan jelas jalannya suatu proses dengan penuh perhatian.

Kelebihan:

a.      Dapat membuat pelajaran menjadi lebih jelas dan konkret
b.      Siswa lebih mudah memahami apa yang dipelajari
c.      Proses pengajaran lebih menarik
d.   Siswa dirancang untuk aktif mengamati, menyesuaikan antara teori dengan kenyataan, dan mencoba melakukannya sendiri.

Kekurangan:

a.      Memerlukan keterampilan guru secara khusus
b.      Fasilitas, tempat dan biaya yang memadai tidak terlalu tersedia dengan baik
c.      Memerlukan persiapan dan perencanaan yang cukup matang.

6. Metode Sosiodrama

Metode sosiodrama adalah metode mengajar dengan mendramatisasikan cara bertingkah laku dalam hubungan sosial. Metode ini dipergunakan apabila;

a)  Ingin melatih anak-anak agar dapat menyelesaikan masalah-masalah yang bersifat sosial psikologis dan dapat bergaul serta memberi pemahaman terhadap orang lain.
b)     Ingin menerangkan suatu peristiwa didalamnya menyangkut orang banyak.

Kelebihan:

a.      Siswa melatih dirinya untuk memahami dan mengingat isibahan yang akan didramakan
b.      Siswa terlatih untuk berinisiatif dan berkreasi
c.      Bakat siswa dapat dipupuk
d.      Kerjasama antarpemain dapat ditumbuhkan dan dibina
e.      Siswa memperoleh kebiasaan untuk menerima dan membagitanggungjawab dengan sesamanya
f.      Bahasa lisan siswa dapat dibina
           
Kelemahan:

a.      Sebagia anak yang tidak ikut menjadi kurang kreatif
b.      Banyak memakan waktu
c.      Memerlukan tempat yang cukup luas
d.      Kelas lain terganggu oleh suara pemain dan penonton.

7. Metode Problem Solving (pemecahan masalah)

Metode ini bukan hanya sekedar metode mengajar tetapi juga merupakan suatu proses berpikir sebab dalam problem solving ini dapat menggunakan metode-metode lainnya dimulai dengan mencari data sampai kepada menarik kesimpulan. Langkah-langkah metode ini antara lain:

a)      Adanya masalah yang jelas untuk dipecahkan.
b)      mencari data atau keterangan yanng dapat digunakan untuk memecahkan masalah.
c)      Menetapkan jawaban sementara dari masalah tersebut.
d)     Menguji kebenaran jawaban sementara tersebut
e)      Menarik kesimpulan.

Kelebihan:

a.      Pendidikan di sekolah menjadi relevan dengan kehidupan
b.      Membiasakan siswa menghadapi dan memecahkan masalah secara terampil
c.      Merangsang pengembangan kemampuan berpikir siswa secara kreatif.

Kekurangan:

a.      Menentukan suatu masalah yang tingkat kesulitannya sesuai dengan tingkat berpikir siswa
b.      Memerlukan waktu yang cukup banyak
c.      Mengubah kebiasaan siswa belajar

8. Metode Latihan

Metode latihan adalah suatu cara untuk memperoleh suatu ketangkasan atau keterampilan dari apa yang telah dipelajari. Prinsip menggunakan metode ini:

a)      Siswa harus diberi pengertian yang mendalam sebelum diadakan latihan tertentu.
b)      Harus disesuaikan dengan taraf kemampuan siswa.
c)      Proses latihan hendaknya mendahulukan hal-hal esensial dan berguna.

Kelebihan:

a.      Dapat memperoleh kecakapan motorik
b.      Dapat memperoleh kecakapan mental
c.      Dapat membentuk kebiasaan dan menambahkan ketepatan dan kecepatan pelaksanaan.

            Kekurangan:

a.      Menghambat bakat dan inisiatif anak didik
b.      Menimbulkan penyesuaian secara statis kepada lingkungan
c.  Latihan yang dilaksanakan secara berulang merupakan hal yang monoton dan mudah membosankan
d.      Dapat menimbulkan verbalisme.

9.  Metode Karyawisata

Metode karyawisata adalah suatu cara penyajian bahan pelajaran dengan membawa siswa mengunjungi objek yang akan dipelajari. Metode ini memerlukan perencanaan yang teliti, mengingat bimbingan dan pengawasan siswa ditempat terbuka dan belum dikenal situasinya.


Kelebihan:

a. Menerapkan prinsip pengajaran modern yang memanfaatkan lingkungan nyata dalam pengajaran
b. Bahan yang dipelajari di sekolah menjadi lebih relevan dengan kenyataan dan kebutuhan yang ada di masyarakat
c. Dapat merangsang kreativitas anak.

Kekurangan:

a.      Memerlukan persiapan yang melibatkan banyak pihak
b.      Memerlukan persiapan dan perencanaan yang matang
c.      Sering unsure rekreasi menjadi prioritas, unsur studi terabaikan
d.      Memerlukan pengawasan yang lebih ketat
e.      Biayanya cukup mahal
f.      Memerlukan tanggung jawab guru dan sekolah atas kelancaran karyawisata dan keselamatan anak didik.

10. Metode Pembiasaan

Metode ini mengutamakan proses untuk membuat seseorang menjadi terbiasa. Kelebihan metode ini adalah mengemat tenaga dan waktu, karena terkait dengan aspek batiniyah-lahiriyah, yaitu metode yang dianggap paling berhasil dalam pembentukan kepribadian anak didik. Kekurangan metode ini adalah membutuhkan guru yang dapat dijadikan teladan dalam menanamkan nilai-nilai kepribadian kepada anak didik.  


11. Metode Keteladanan 

   Metode ini digunakan untuk mewujudkan tujuan pengajaran dengan memberi keteladanan yang baik pada siswa agar dapat berkembang fisik, mental, dan kepribadiannya secara benar.

Kelebihan:

1)      Peserta didik lebih mudah menerapkan ilmu yang dipelajari disekolah
2)      Guru lebih mudah mengevaluasi hasil belajar
3)      Tujuan pendidikan lebih terarah dan tercapai dengan baik
4)      Tercipta hubungan baik antar siswa dan guru
5)      Mendorong guru untuk selalu berbuat baik karena dicontoh siswanya.

Kekurangan metode ini adalah adanya guru yang tidak memenuhi kode etik keguruan.

12. Metode Penghargaan 

   Metode ini mengedepankan kegembiraan dan positif thinking.Kelebihan metode ini adalah mampu menciptakan kompetisi obyektif peserta didik untuk melakukan hal-hal yang positif dan dapat menjadi motivasi. Kekurangan metode ini adalah dapat menimbulkan dampak negatif manakala guru berlebihan dalam melaksanakannya.

13. Metode Hukuman 

   Pelaksanaannya adalah sebagai jalan terakhir dengan prinsip tidak menyakiti secara fisik. Kelebihan metode ini untuk memperbaiki kesalahan siswa. Kelemahan metode ini adalah jika hukuman tidak bersifat akademik maka akan membangkitkan emosional anak didik.

14. Metode Bercerita 

Metode bercerita ialah suatu cara mengajar dengan bercerita. Baik guru ataupun anak didik dapat berperan sebagai penutur.

Kelebihan:

a.      Guru mudah menguasai kelas
b.      Guru mudah meningkatkan konsentrasi anak didik dalam waktu yang relative lama
c.      Mudah menyiapkannya
d.      Guru mudah melaksanakannya
e.      Dapat diikuti oleh anak didik dalam jumlah banyak
            
Kekurangan:

a.      Anak didik terkadang terbuai dengan jalannya cerita
b.      Hanya guru yang pandai bermain kata-kata
c.      Menyebabkan anak didik pasif
d.      Anak didik lebih cenderung hafal isi cerita dari pada sari cerita yang dituturkan.

15. MetodeEksperimen 

      Metode eksperimen adalah metode pengambilan kesempatankepada anak didik perorangan atau kelompok, untuk dilatihmelakukan suatu proses atau percobaan.


Kelebihan:

a.      Anak lebih percaya kebenaran berdasarkan percobaannyadaripada hanya menerima kata guru atau buku
b.      Mengembangkan sikap untuk mengadakan studi eksplorasi.
c.      Akan terbina manusia yang dapat membawa terobosan barudengan penemuan sebagai hasil percobaannya yang diharapkandapat bermanfaat bagi kesejahteraan hidup manusia.

Kekurangan:

a.      Tidak cukupnya alat-alat
b.  Jika eksperimen memerlukan jangka waktu yang lama, anakdidik harus menaati untuk melanjutkan pelajaran
c.      Lebih sesuai untuk menyajikan bidang-bidang ilmu danteknologi.  


BAB III
PENUTUP

Seorang guru dalam mengajar hendaknya memakai metode yang sesuai dengan kondisi siswanya, salah satunya adalah metode konvensional. Adapun macam-macam metode konvensional yaitu:

1.      Metode ceramah
2.      Metode tanya jawab
3.      Metode diskusi
4.      Metode tugas belajar dan resitasi
5.      Metode demonstrasi
6.      Metode sosiodrama
7.      Metode problem solving
8.      Metode latihan
9.      Metode karya wisata
10.  Metode pembiasaan
11.  Metode keteladanan
12.  Metode penghargaan
13.  Metode hukuman
14.  Metode bercerita
15.  Metode eksperimen

Masing-masing metode mempunyai kelebihan maupun kekurangan yang telah kami jelaskan di atas.



DAFTAR PUSTAKA

Ahmadi, Abu. 2005. Strategi Belajar Mengajar. Bandung: Pustaka Setia
Mustakim, Zaenal. 2011. Strategi dan metode pembelajaran. Pekalongan: Stain Pekalongan Press
Nata, Abuddin. 2011. Perspektif Islam Tentang Strategi Pembelajaran. Jakarta: Kencana
Sabri, Ahmad. 2005. Strategi Belajar Mengajar dan Micro Teaching. Jakarta: Quantum Teaching

Bagikan :
+
Previous
Next Post »
0 Komentar untuk "Makalah Strategi Belajar Mengajar (Metode Pembelajaran Konvensional)"

 
Template By Kunci Dunia
Back To Top